Kamis, 21 Juli 2011

ketulusan

Kamis, 21 Juli 2011

selama liburan peralihan semester 4 ke 5 ini, gue baca satu buku yang bagus banget. juga sebelomnya gw sempet baca 1 buku yang juga bagus :)). apa yang gue baca di buku-buku itu pengen gue bahas di sini hehehe. boleh ya ya ya? ya boleh dong ini kan blog gue ;p

hmm, kali ini gue pengen bahas tentang ketulusan. nah, apa sih artinya KETULUSAN buat kita? gue sendiri mendefinisikan ketulusan sebagai memberikan kasih sayang dalam kondisi apapun. ketulusan ga mengenal pamrih. ketulusan berarti tanpa syarat. dan yang terpenting, ketulusan dilakukan sepenuhnya dengan sadar.

sebelum gue belajar apa sebenernya ketulusan itu, gue menganggap hal ini adalah sesuatu yang ideal bagi pasangan, entah itu antara ibu-anak, ayah-anak, guru-murid (errr..ini jarang sih yang ada..hahaha), antarsahabat, ataupun sepasang kekasih. bukan cuma mereka yang saling mengenal yang bisa merasakan perasaan tulus. bahkan, dua orang yang saling ga mengenal pun bisa tau perasaan itu. bingung? contoh yang paling gampang adalah donatur korban bencana alam. banyak kan donatur-donatur tanpa nama yang ngasih sumbangan lewat pihak-pihak tertentu misalnya lewat penggalangan dana di TV-TV, lewat gereja ataupun tempat-tempat lain. buat gue, mereka-mereka inilah yang tau benar apa itu artinya tulus. mereka memberi tanpa mementingkan diri mereka dikenal orang lain. lebih lagi, mereka memberi kepada orang yang ga dikenal. ya, mereka memberi tanpa ingin dikenal dan memberi kepada yang tidak dikenal. gue rasa inilah contoh ketulusan yang paling simpel.

bayangin deh, orang yang demikian aja bisa tau apa itu ketulusan tanpa ia tau siapa penerimanya. sekarang, gimana dengan 2 orang yang saling kenal? apakah mereka lebih tau arti ketulusan dibanding orang-orang yang tadi? hmm.. I don't think so, people. kenapa gue bisa bilang begitu? gue sendiri, berdasarkan apa yang gue alami, awalnya mengenal arti kata ketulusan sebagai sesuatu yang sangat ideal. ideal karena ketulusan bagi gue adalah SALING memberi; dua pihak yang saling memberi dan membagi kasih sayang tanpa pamrih. ironisnya, mereka yang udah pacaran pun banyak yang mengartikan ketulusan sama kaya gue tadi. mereka menuntut dirinya dan pasangannya saling memberi rasa sayang dan mengekspresikannya. kalian tau, buat gue, pandangan ini salah.

ya! gue yang semula berpikir bahwa ketulusan adalah tentang SALING ternyata ga sesimpel dan seideal itu. pandangan awal gue tentang ketulusan ternyata keliru besar. hal ini gue sadari ketika gue udah melalui berbagai 'kerikil' atau mungkin 'batu kali' (hahahahaha) beberapa bulan blakangan ini. sekarang, gw menyadari bahwa ketulusan bukanlah tentang SALING. ketulusan bukan muncul ketika ada hubungan dua arah. sejatinya, ketulusan justru diuji ketika ga ada SALING, yang ada hanyalah satu arah. memberi tanpa syarat bukan hanya ketika dia memberi kepada kita, lalu kita memberi lebih kepadanya. atau kita memberi kepada dia, lalu dia membalasnya. itu juga ketulusan sih, tapi bukan ketulusan yang sejati menurut gue.

buat gue, ketulusan itu menuntut pengorbanan. makanya kenapa, gue bilang ketulusan itu bener-bener teruji ketika yang ada hanyalah satu arah, bukan 'saling'. kita mungkin merasa perasaan kita tersakiti kalau pacar kita melakukan sesuatu yang kita benci. di sini, kita bisa belajar mengenai ketulusan kepada pasangan kita dengan memaafkannya, berpikir "dia ga tau apa yang dia perbuat". inilah yang gue bilang satu arah, adalah ketika pasangan kita mungkin mengecewakan hati kita, kita masih tetap berusaha mengasihinya layaknya dia ga pernah berbuat salah.

di samping itu, ketulusan juga berarti memberi hingga tidak mampu memberi lagi. di saat kita mengorbankan perasaan dan jadi sakit hati akan ulah pasangan kita tapi kita memutuskan untuk memaafkannya, kita memang udah belajar tentang ketulusan. namun, akan lebih sempurna belajarnya ketika kita terus mengasihinya apapun yang dia perbuat kepada kita. sekilas looks like a fool ya. tapi bukannya manusia emang like a fool ketika lagi sayang sama orang ya? :) dan juga seperti apa kata pepatah : the heart has a reason that reason doesn't understand. buat gue, ga peduli orang/pasangan kita itu orang baik-baik atau engga, yang penting apakah kitanya udah bisa menerapkan ketulusan itu apa belom. belajar untuk tetap mengasihi sampe kita merasa udah ga sanggup lagi buat mengasihi dia. mengasihi hingga batas akhir, mengasihi hingga terluka.

oh ya, ada juga pepatah yang bilang kalo ketika kita udah terlalu menyayangi, ada saatnya kita harus membiarkannya pergi. ada benernya juga loh! bukan berarti membiarkannya pergi karena kita udah lelah berjuang, tapi kita membiarkannya pergi karena kita mau dia mendapat yang terbaik. bukankah ketika kita benar-benar mengasihi seseorang, kita mau yang terbaik buat hidupnya? itulah kenapa kita harus tau kapan harus menggenggam dan kapan harus melepaskan. itu salah satu bentuk ketulusan juga :)

yappp.. itulah sodara-sodara yang gue pelajari dan terus masih gue pelajari sampe sekarang. bahwa mengasihi dengan tulus itu emang ga mudah. bahkan, sekali lagi gue katakan, ironisnya banyak pasangan yang ga mengenal apa itu sesungguhnya ketulusan. gue bersyukur pengalaman yang kemaren-kemaren membuat gue banyak berpikir dan belajar. gue belajar gimana mengasihi orang lain dengan tulus : belajar pengorbanan, memberi hingga batas terakhir dan melepaskan ketika sudah saatnya. sekali lagi, melepaskan bukan berarti lelah berjuang tapi karena gue tau dia harus mendapat yang terbaik dalam hidupnya, maka itu gue harus melepaskan.

cukup sekian tulisan gue kali ini tentang ketulusan. yang pasti, ketulusan ini perlu banget buat hubungan interpersonal, terlebih lagi dengan pasangan kita. gak peduli gue dan elo udah punya pasangan atau belom, kalopun belom sekaranglah saatnya kita belajar terlebih dahulu gimana mengasihi dengan tulus sampe waktunya Tuhan kasih ke kita nanti :)

thanks for reading! =)

1 komentar:

  1. Terima kasih. Postingannya membantu saya mendapat inspirasi ^^

    BalasHapus